
Pleno semula terpecah dalam berbagai pandangan. Secara garis besar, bisa dibagi ke dalam dua pandangan, yakni yang mendukung penyelesaian krisis Zona Euro melalui langkah penghematan versus pertumbuhan. Namun kemudian muncul pemahaman bersama bahwa kedua langkah tersebut bisa berjalan bersama tanpa perlu mempertentangkannya.
Perdebatan kemudian juga memunculkan kecenderungan pemahaman bersama bahwa krisis Zona Euro harus diselesaikan sendiri oleh negara-negara di kawasan itu dengan rencana aksi yang konkret. Ada kecenderungan penyelesaian krisis di Yunani, misalnya, dilakukan melakukan skema bantuan Dana Moneter Internasional atau IMF.
Negara-negara di luar kawasan itu yang semula dikhawatirkan tidak memberi dukungan, ternyata berkomitmen mendukung penyelesaian krisis Zona Euro melalui mekanisme IMF ini. Republik Rakyat Tiongkok (RRT), misalnya, bahkan menyatakan kesediaan membantu dana melalui IMF ini.
Merespon berbagai pandangan yang muncul di dalam pleno, Presiden SBY menyampaikan intervensi atau pandangan Indonesia. Presiden SBY mencoba tidak masuk dalam perdebatan, melainkan menawarkan solusi. Menurut Presiden, pemulihan krisis di Zona Euro setidaknya bisa dilakukan melalui tiga level, yakni nasional masing-masing negara, regional, dan global.
Penyelesaian di tingkat nasional berangkat dari pengalaman Indonesia mengatasi dampak krisis global pada 2008 lalu. Saat itu, Indonesia melakukan langkah bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan komponen masyarakat lain. Hal yang sama juga harus dilakukan dalam level regional dan global.
Pleno pertama KTT G20 ini membahas topik 'Global Economy and Framework for Strong, Sustainable, and Balanced Growth'. Pleno berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00 waktu setempat. Tema ini kemudian dilanjutkan lagi pada sesi Leaders' Working Dinner hingga pukul 21.00.
Selasa (19/6) pagi, KTT G20 dilanjutkan dengan sidang pleno kedua dan ketiga, diteruskan dengan upacara penutupan. Pleno kedua akan membahas 'The Strenghtening the International Financial Architechture and the Financial System, and Promoting Final Inclusion.' Kemudian pleno ketiga membahas 'Development: Green Growth, Infrastructure, and Food Security.'
Dalam seluruh sidang pleno tersebut, Presiden SBY hadir dengan didampingi Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Wakil Menkeu Anny Ratnawati


0 komentar:
Posting Komentar