photo SKMENPEN.gif

Minggu, 17 Juni 2012

Minggu, 17 Juni 2012, 08:25:58 WIB Siapkah Indonesia Jadi Bangsa yang Besar?

Los Cabos, Meksiko: Posisi Indonesia dalam kelompok 20 negara atau G20 merupakan simbol dari pengakuan terhadap peran Indonesia di percaturan dunia. Pertanyaannya, siapkah kita menjadi bangsa yang besar? Ada kesan selama ini seolah-olah kita takut untuk menjadi besar.




Pertanyaan ini dilontarkan pengamat politik Soegeng Sarjadi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (16/6), di dalam pesawat khusus kepresidenan A330-300 yang sedang melintasi Laut Atlantik, dalam penerbangan dari Amsterdam, Belanda, menuju Pittsburgh, Amerika Serikat. Presiden SBY saat itu sedang mengadakan briefing dengan delegasi yang menyertai rangkaian kunjungan kerja ke Meksiko, Brasil, dan Ekuador.

Terhadap pertanyaan Soegeng Sarjadi tersebut, Presiden SBY menjawab, inilah saat yang tepat untuk kita mewujudkan keinginan menjadi bangsa yang besar. “Saya cocok dengan Pak Soegeng Sarjadi, kalau kita takut menjadi besar kita tidak akan pernah besar,” kata Presiden SBY.

Untuk menjadi besar, lanjut SBY, jalan bagi Indonesia terbuka. Perjalanan bangsa Indonesia pada tahun-tahun terakhir bisa menjadi bukti kepada dunia bahwa kita bisa bertahan dari badai krisis ekonomi global. Padahal banyak negara, termasuk negara maju, mengalami pelambatan pertumbuhan. Kemudian, dalam kurun lima sampai tujuh tahun terakhir, peran Indonesia di tingkat regional dan global juga diakui.

Di dalam negeri sendiri kita terus melakukan pembenahan. “Meskipun harus jujur saya katakan masih ada yang belum terbenahi dengan baik,” ujar Presiden SBY.

“Itu, menurut saya, peluang sejarah. Mari tidak kita sia-siakan peluang ini. Kita harus berpikir besar, think big, tapi setelah itu mari kita bekerja sangat keras untuk mewujudkan tujuan itu menjadi bangsa yang besar. Menjadi regional power,” SBY menambahkan. Jangkauan global Indonesia kita sudah mencapai G20.

Khusus untuk KTT G20 di Los Cabos, Meksiko, yang akan dimulai Senin (19/6) besok, Presiden menegaskan posisi sudah jelas, yakni ingin mendapatkan manfaat bagi Indonesia sendiri dan sekaligus memberikan sesuatu bagi dunia. “Kalau lima atau tujuh tahun lalu pertanyaannya adalah kepentingan apa yang bisa kita dapatkan dengan mengikuti forum-forum seperti ini, maka sekarang, sebagai salah satu kekuatan regional, kita juga harus memastikan bahwa Indonesia can give something to others,” Kepala Negara menegaskan.

Misi Indonesia di Los Cabos ini, pertama, memastikan pertumbiuhan yang positif di tengah krisis ekonomi global sekarang ini. “Dalam rumusan Indonesia, pertumbuhan adalah sustainable growth with equity,” Presiden menjelaskan.

Yang kedua, lanjut Presiden, kita ingin mengulangi kisah sukses atau success story, besama-sama RRT dan India menjaga pertumbuhan yang positif, di tengah hantaman krisis global. Pada tahun 2008-2009, banyak negara mengalami pertumbuhan minus, tapi Indonesia tetap bisa mencapai pertumbuhan hingga 6,5 persen.

Dengan berada di G20, kita bisa mendapatkan pelajaran atau warning dari pengalaman negara lain yang mengalami krisis dan mengubah tantangan menjadi peluang.

Berikutnya, dengan terlibat dalam forum-forum seperti G20 ini, kita bisa manfaatkan untuk memperkuat kemitraan dan kerja sama dengan anggota-anggota G-20. “Mayoritas anggota G20 adalah negara maju, advance economies, beberapa lainnya adalah Negara berkembang atau developing and emerging countries. Kita selalu menyuarakan pentingnya inclusive development, infrastruktur, ketahanan pangan, deminesi social dari pembangunan, dan lain-lain,” ujar Presiden SBY.

Ringkasnya, jauh-jauh kita menghadiri forum internasional semacam G20, karena ada dua alasan. Pertama, mendapatkan manfaat bagi Indonesia sendiri. Kedua, sebagai bagian dari G20 dunia juga berharap Indonesia ikut aktif merumuskan opsi dan solusi global dan kemudian menjalankannya bersama-sama.

“Kira-kira itu yang ingin saya sampaikan. Mudah-mudahan didengar saudara-saudara kita di Tanah Air. Terimakasih,” kata Presiden mengakhiri briefing di dalam pesawat yang tengah melintasi Laut Atlantik, antara Benua Eropa dengan Amerika, jauh sebelum tiba di Los Cabos, Meksiko. (

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)