Hal ini penulis menggugah kembali peranan wanita akhirnya harus ditampilkan sesuai dengan intruksi PBB terlepas semua itu kita menoleh ke Indonesia,mengapa para partai di Indonesia masih malu untuk menampilkan jender baik GOLKAR,PKS,PAN,PKB,GERINDARA, Dll,tapi kenapa baru 2 parpol yang berani menampilkan jender baru DEMOKRAT dan PDI,berarti kedua partai ini punya niat dan memahami pungsi jender artinya bukan berarti partai lain menyepelekan jender,berangkat dari semua itu penulis berharap jika partai lainnya pun sama seperti kedua partai tersebut alangkah baiknya.
Tapi semua itu tetap ada di kongres,seperti apakah kongres GOLKAR? Seperti apakah,kongres PKB.? dan seperti apakah kongres lainnya yang tidak disebut disini,,oke” penulis hanya ingin mengajak menelusuri kehidupan jender,keseharian mereka ketika menyiapkan kita makan,ketika menyiapkan pakaian,ketika mereka mendidik anak, juga mengatur administrasi dalam rumah tangga ditambah lagi dia harus melayani kita yang lebih memilukan ketika dia melahirkan ataupun ketika mereka hamil,setelah itu mereka menghadapi masa masa melahirkan dalam kondisi lemah setelah melahirkan,diapun harus menyusui bayi,bisa kita bayangkan ketika orok sedang sedang menangis apakah kita bias menyusui jawabnya tidk dan apakah kita biisa melahirkan,jawabnya tidak ,apa kehebatan kita sebagai pria adakah kita sebagai pria tersentuh melihat kehidupan jender,jika kita bertelinga kita mendengar,jika kita bermata akan melihat keseharian jender lantas kalau kita bisa melihat dan mendengar lantas mengapa begitu sempitnya wanita menduduki jabatan di Negara ini, mari kita berfikir sejenak dan merenungkan dengan hati yang tulus
Siapakah diantara kita yang tidak memperhatiakan istri,jawabnya tentu ya jika iya apakah kita tau hati mereka dan sejauh manakah kita memahaminya? Sejauh ini tidak sedikit pria yang memandang sebelah mata jender lantas apa kekuatan jender tanpa dorongan pria namun demikian jender itu lemah yang diharapkan penulis saling pengertian artinya maukah kita menampilkan jender atau istri kita agar menjadi wanita karir kebanyakan telunjuk kita sebagai pria mau berkuasa dan wanita seakan – akan ada dibawah ketiak pria, mari hal seperti itu kita tinggalkan bahkan jangan dilakukan lagi dan selayaknyalah kita sebagia pria untuk mendorong kemauan istri kita,agar kreasinya berkembang baik dibidang PKK,arisan dan kegiatan lainnya bukankah Indonsia banyak wanita wanita yang kapabilitas baik yang bisa ditampilkan untuk dijadikan pemimipin di negeri ini seperti RA.Kartini yang mampu menggelorakan perjuangannya sampai Negeri ini merdeka dan saat inipun ada seperti Ibu-Ibu Gubernur,Ibu-Ibu Bupati Ibu para Menteri mengapa mereka tidak ditampilkan untuk melanjutkan jabatan suaminya
Bukankah wanita itu indah,ketika dia sedang tesenyum,ketika sedang melambaikan tangannya,ketika mereka sedang menarik hati kita, pepatah mengatakan dunia tanpa wanita bagaikan hutan tanpa pepohonan,segalanya kita kerjakan tanpa wanita seperti ruangan yang gersang,kembali kita kepada fokus kita salahkah penulis mengajak pria untuk bisa menampilkan wanita sebagai pemimpin mengapa tidak dan mau kapan lagi kalau tidak saat sekarang wanita harus ditampilkan
Dan penulis kepada PBB untuk kembali mengelorakan jender jika jender digelorakan setahun sekali jangan harap para Negara akan paham tentang jender,penulis berharap PBB segera kembali setiap saat menghembuskan pungsi jender diseluruh dunia dan penulis meminta Indonesia untuk menampilakan para jendernya


0 komentar:
Posting Komentar