"SDGs yang hendak kita terbitkan pada 2015 tersebut harus sungguh memahami perkembangan MDGs. Harus ada suatu evaluasi obyektif, mengapa ada target yang melampaui sasaran dan ada yang sasaran yang tidak bisa tercapai," kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Hotel Copacabana Palace, Rio de Janeiro, Brasil Jumat (22/6) pagi waktu setempat.
Evaluasi tersebut bertujuan agar sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam SDGs nanti bisa dicapai dengan lebih baik dibandingkan pencapaian MDGs selama 20 tahun.
Presiden SBY memperkirakan, lebih dari separuh negara di dunia tidak bisa mencapai seluruh sasaran yang telah ditetapkan MDGs pada 2015 mendatang.
"Sejak MDGs disusun pada tahun 1992, implementasi 20 tahun kemudian tidak semua sasaran atau target MDGs bisa dicapai. Ini realitas, tanpa kita harus mencari siapa yang bersalah dan bertanggung jawab pada tingkat global," Presiden menjelaskan.
Sejumlah target MDGs yang tidak mampu dicapai semua negara meliputi mengurangi kemiskinan, pendidikan dasar, pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, mengurangi kematian anak dan balita, dan mengurangi kematian ibu melahirkan. Kemudian juga pada mengatasi penyakit menular seperti HIV dan malaria, pengelolaan lingkungan yang baik, dan kerja sama internasional.
"Indonesia sendiri hampir pasti pada 2015 nanti ada sasaran yang bisa dicapai. Ada yang lebih, dan ada satu dua yang kita masih harus berjuang, mudah-mudahan bisa tembus sesuai dengan sasaran yang kita capai," SBY menambahkan.
Menurut Presiden, pengertian MDGs sering direduksi hanya urusan negara berkembang. Padahal di sana jelas-jelas disebutkan juga kewajiban negara-negara maju. "Dan ada kewajiban dari negara maju yang juga belum tercapai," ujar Presiden SBY.
Sekjen PBB Ban Ki-moon menunjuk Presiden SBY, bersama PM Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, menjadi pimpinan Panel Tingkat Tinggi (High-Level Panel of Eminent Persons) untuk merumuskan kerangka kerja baru pasca MDGs.
Bilah memang pada akhirnya Mellenium Development Goals,(MDGs,)atau Tujuan Pembangunan Melenium,diberbagai belahan Negara,dunia dianggap belumlah tercapai seperti yang diinginkan,dan 2015 akan berubah menjadi Sustanble Development Goals(SDGs)atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,dan saat ini sedang dibahas oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Indonesia dan David Cemron PM. Ingris serta Presiden Liberia Ellen Jhonson,ketiga Pemimpin besar ini,sedang membuat rancangan untuk menghadapi tahun 2015 yang akan datang dengan semboyan SDGs,sekaligus meninggalkan MDGs,yang munkin terlalu berat.Artinya Tujuan Pembagunan Melenium telah berakhir hanya sampai di tahun 2015 dan kedepannya semua negara akan berjumpa dengan SDGs yaitu Tujuan pembangunan Berkelanjutan. Mendengar semua ini penulis hampir setuju apa yang akan diaspirasikan oleh ketiga Negara besar ini,apalagi apasspirasi ini didukung oleh PBB dan ditambah dengan negara besar lainya."Dalam hal ini penulis tidak ada pertanyaan,tetapi penulis mencoba menganalisa kembali kebelakang mengapa MDGs,diberbagai belahan Negara hanya lima puluh persen saja yang bisa berhasil dan lima puluh persen lainya saat ini bisa dikatakan belum terlihat keberhasilannya,dan iranisnya MDGs,justru membuat eropa terkena krisis," Maaf ini hanya penglihatan saja,artinya bukan berarti penulis mau mengatakan gagal nelainkan ini hanya sebuah perumpmaan belaka dan tidak perlu di perdebatkan? Oke kembali kepada cita -cita hadirnya SDGs yang saat ini sedang di godok dalam KTT di Rio Mexico,harapan penulis ketiga pemimpin Besar ini nantinya bisa memasukan Gender,untuk dapat memberikan kesempatan sebagai pemimpin disegala bidang,anggaplah MDGs,belum terlkasankan tetapi didalam MOU SDGs,nanti harus dipertegas peranan Gender "harus" dikedepankan,artinya tidak hanya dalam bentuk aspirasi tetapi direalisasikan didalam Amandeman. Dan penulis sependapat dengan ketiga Pemikir yang saat ini sedang mendapat kepercayaan untuk membahas perubahan MDGs,yang akan habis ditahun 2015 dan akan di rubah namanya menjadi SDGs. Penulis ada kekuatiran bilah SDGs,akan diberlakukan ditahun 2015 dan didalam butir-butirnya tidak mau dipahami dan kejelasannya juga kurang memenuhi standar disetiap negara atau Kepala pemimpin dibelahan dunia ini tidak mau memahaminya apalah artinya dibuat? Penulis yakin pembuatan amandeman SDGs cukup memakan waktu pikiran dan tenaga,tetapi bilah setelah disahkan dan tidak dibaca atau dipahami bagaimana jadinya? Penulis berharap semoga apa yang telah dibuat dan disepakati bersama alangkah indahnya bilah dilaksanakan.Terlepas semua itu penulis disini hanya bisa berharap semoga ditahun 2015 kedepan dan semua negara suda paham apa telah diamandeman didalam SDGs itu,"Mungkin saar ini masih dalam pembahasan,dan butir-butir didalam amandeman itu penulis belum memahami,tetapi penulis menganalisa bahwa diadalam amandeman itu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan artinya Tujuan Pembangunan Melenium ditinggalkan dan kini semua di tahun 2015 nanti akan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustamble Development Goals(SDGs). Penulis mendengar semua ini hanya bisa mengatakan sepakat dan penulis berdoa semoga didalam pembahasan itu benar-benar bertuajuan menuju konsisten dalam cita2 artinya tidak ada halangan dan rintangan.Semoga.


0 komentar:
Posting Komentar