
Negri Indonesia yang seumpama Jambrut dikatulistiwa dan lembut bagaikan Sutra beberapa tahun ini sering terkana cobaan,yang terdiri Gempa,Sunami,Kebanjiran dan kecelakaan ,dari kendaraan menabrak orang,Pesawat Menabrak Gunung,demonstran yang tidak ada henti-hentinya sampai-pulah korupsi yang tidak ada insap-insapnya? "Mengapa sumua ini harus terjadi menimpah ditanah Indonesia yang begitu cantik dan molek serta menawan?" adakah melindengar semua ini dan melihat semua ini masing indifidu mau merenungkan "mengapa Indonesia Terlalu sering Mendapat Cobaan?" mungkin jawabnya kami telah lupa bersyukur terhadap sang pencipta,atu mungkin jawabnya kami telah terlena oleh nafsu dunia yang telah melilit dan menguasai jiwa? dan melihat semua ini dimanakah mereka para penyejuk jiwa? dan dimanakah para ahli nujum yang ketika jaman dahulu bisa memprediksi kejadian alam ini? "apakah mereka semua masih ada? ataukah mungkin mereka telah pergi meninggalkan alam ini?" sehinnga tidak ada lagi penganti yang dapat melihat sejauh emosinya alam? mengapa semua in harus dialami oleh Negri beribu pulao ini? "Mari kita merenung sejenak atas kejadian semua ini,dan menatap sebentar kepada wajah sang pencipta,dan bersyujud kehadiratnya sambil berkata Tuhan mengapa semua ini harus terjadi pada Negri ini dan apakah penyebabnya ya Tuhan.?" Seandainya semua ini terjadi atas kesalhan sifat-sifat diri,yang mungkin terlalu melupakan segala larangMu,masi adakah ampunan buat diri diri ini? " Pertanyaannya pernakah setiap Indipidu merenungkan seperti ini,? Jawabnya.ya. Selanjutnya pertanyaannya berpa persenkah ketulusan jiwa setiap indifidu untuk merenungkan hal seperti ini? 40%.50% 70% "ataukah tidak sama sekali? semua itu ada didiri indipidu masing-masing,yang jelas penulis tidak mampu menerawangnya dan hanya sang penciptalah yang tauh semua prilaku apa yag dikerjakan setiap manusia.Namun demikian penulis hanyalah mencolek kembali dan mengingantkan kembali agar hidup tidak melupakan sang pemberi hidup,yaitu sang pencipta. "Pertanyaannya maukah semua Indipidu manusia yang di Negri,ini masuk kedalam kamar dan berdoa dengan husu atau dengan kata lain sungguhg-sungguh,sambil berkata Tuhan tolonglah selamatkan Negri dari segala cobaan,rintangan, kekacauan,dan berikanlah Nehri ini kemakmuran,keslamatan juga kesejahtraan sekaligus berikanlah juga keselamatan kepada Pemimpin Negri ini dari segala cobaan yang terlihat maupun yang tidak terlihat,dan berikanlah kasalehan kepada Pemimpin Negri sekaligus berikanlah kesehatan kepadanya serta keluargany dan limpahkan kesejahtraan kepadanya,Pernakah semua itu kita lakukan? "Berapakalikah sehari ? satu kali dua kali tiga kali empat kali,ataukah tidak sama sekali? semua itu yan tahu hanya indipidu masing-masing,iya atau tidak anda melakukannya hanya anda yang tahu. "penulis disini hanya bisa mengajak,mari semua kembali memper eret rasa kebersamaan,persatuan,persaudaraan,kehotong royongan dan etika kesopanan,dan tiangkan budaya sadar diri,artinya bilah kita hanyalah sebagai rakyat jelata Mbo ya, sadar,? kita upamanya hanyalah mahasiswa toh bukan seorang pemimpin alangkah baiknya jadilah sarjana,dan bilah anda seorang Pakar alangkah baiknya carilah temuan ilmu anda yang bisa manfaat,setelah itu abdikan ilmu itu buat semua orang."apakah smua itu sudah dilakukan oleh setiap indipidu?" baik mahasiswa,pakar ilmuwan,pakar ekonomi,pakar pendidkan,pakar pemerintahan,dan pakar keparpolan, "Negara boleh demokrasi,bukan berarti setiap indipidu mengurangi etika kesopanan,dan etika keramah tamahan,juga etika kejujuran,nah, melihat semua ini dan berbgai kejadian juga berbagai kemerosotan etika oleh sebab setiap indipidu kurang emiliki etika,baik budi pelerti,keramahtmahan,kesantunan dan sebagainya,"bilah dikatakan seperti ini,mungkin setiap indupidu akan berkat tidak."Mengapa setiap berita selalu ada saja demo yang merusak, demo yang mengancam,demo yang meresahkan,dan demo yang tidak beraturan?" "seandainya para pemdemo ini surat ijinnya dikenakan biayaya per orang oleh pihak yang berwenang tidak menutup kemungkinan dapat mengurangi umlah besar.artinya sudah saatnya DPRRI membuat aturan tentang demo,aoakah aturan mengenai etika demo,ataukah setiap orang yang mau berdemo dikenakan biayaya perorangnya? umpamanya sepeluh rbu per orang,atau lima puluh ribu perorangnya.dan sekaligus diatur tata tertib didalam jalur untuk para pendemo,daerah manakah yang bisa dilalui dan seperti kasih ketentuan cara mereka berdemo ditur dalam Undang-Undang. "Jika perlu setiap peserta demo dengan jumlah seribu orang ketua time demo harus menaruh jaminan sebesar satu triliun.Dan kalau sepeuluh ribu orang berarti ketua time demo harus memberi jaminan sebesar sepuluh triliun.Seandanya hal ini dapat dibuat oleh DPRRI.jelas bisa meningkatkan pendapatan Negara.?" Selagi saat ini Industri demo lagi marak.Oke terlepas semua itu, kembali kita kepada mengapa Indonesia sering mendapat cobanaan.menurut penulis semu ini ooleh sebab setiap indu pidu kemungkinan besar kurang mau menoleh kepada etika dan bersyukur terhadap apa yang sudah diberikannya dari sang pencipta ditamba pulah kurangnya budaya yang telah diberikan oleh para leluhur kita dtanamkan didalam diri setiap indupidu.Nah melihat semua ini mari kita kembali kepada tuntunan para pendahulu yang telah memberikan semua ini dengan penuh kesetiaan.Semoga. (Andri Luntungan
0 komentar:
Posting Komentar