Beermitra dengan Bank biasanya ada kecangungan bagi para pemula. Oleh sebab segala syarat administratif bank. "Seringkali masyarakat yang bergerak dibidang usaha memang terbentur dengan modal tapi ketika dia mencoba mengajukan usahanya buat
bantuan modal. Bank terkadang menanyakan berbagai syarat yang sangant sulit didapat bagi pengusaha lemah,bahkan banyak perbankan yang telah menjamur diberbagai Propensi dan Kabupaten hampir kurang mau menyentuh kepada pengusaha kecil. Hal inilah yang akhirnya membuat para pengusaha kecil lebih "condong meminjam kepada bank gelap atau istilah sekarang sebutannya rentenir." Persoalan dunia perbankan bagi yang sudah berpengalaman dia biasa,"berkata bahwa bermitra dengan Bank adalah suatu kreteria yang membuat kita memiliki mental usaha kata Andri Luntungan yang Mengunakan Fasilitas Pinjaman Multiguna dari Bank Mandiri,dia berpendapat bahwa -“berpengalaman 2 tahun” atau “laporan keuangan 2 tahun” sering kali muncul. Meski sudah sering saya sampaikan bahwa jangan takut sama Bank, yang penting bisa jualan, bank pasti buka peluang juga.
Tapi okelah kalo begitu. Mungkin sobat-sobat saya yang pemula masih agak-agak takut karena tidak tau step by step urutan kerjasama dengan bank. Note, ini hanya untuk pemula yang bekerja di bidang developer properti. Menurut Andrikat
Pertama-tama, Anda harus punya lokasi yang akan dikembangkan. Syukur-syukur sudah ada penjualan. Ini mempermudah negosiasi kerjasama. Kalau gak punya lokasi, boro-boro diajak kerjasama. Bisa ngopi bareng sama Account Officernya aja udah lumayan.katanya. diapun manmbahkan 10 poin penting.
Siapkan data-data sebagai berikut :
1. Surat Permohonan Kerjasama, bukan surat permohonan ijin tidak masuk kantor dari dokter ya.
2. Proposal proyek yang berisi executive summary, kelayakan proyek, rab bangunan, material promosi seperti brosur, contoh iklan koran dll, peta lokasi, data penjualan, data spesifikasi, daftar harga. Bukan proposal permintaan dana pembangunan fasilitas sosial ya.
3. Legalitas perusahaan seperti akta perusahaan, bukannya akta kelahiran. siup, tdp, npwp.
4. Legalitas proyek seperti perijinan, copy sertifikat, copy PBB.
Data-data di atas dibendel dan diperbanyak paling tidak 4 bendel. 1 untuk kepala cabang, 1 untuk kepala bagian kredit, 1 untuk prosesor kredit, 1 untuk administrasi. Untuk berkas ke kepala cabang, usahakan berwarna. Biar lebih makyus. Hey, we must stealing the show, right?!
Nah kalau semua berkas sudah terkumpul. ACT NOW!
1. Datanglah ke bank yang dituju. Sekali lagi bank, bukan tempat pembuangan sampah.
2. Kalau jam kerja, gak perlu ketuk pintu karena biasanya ada satpam yang jaga. Kalau di luar jam kerja, ngapain ngurusin kerjasama bank? Kecuali udah janjian. ^_^
3. Sampaikan bendel tadi ke masing-masing meja. Sempatkan ngobrol dengan masing-masing person. Tak kenal maka ta’aruf bukan?! Untuk bisa mendekatkan diri dengannya. Makin deket, dijamin makin mulus tuh proposal!
4. Setelah itu, pulanglah. Karena Anda bukan pegawai di sana, Anda dilarang menginap!!!
5. Tunggu 1-2 hari untuk datang lagi ke bank tersebut. Cari alasan kenapa Anda datang ke bank lagi. Bikin obrolan santai tanpa harus menyinggung masalah proposal yang Anda sampaikan lalu.
6. Tips biar bisa ngobrol santai adalah tanyakan minat dia dan biarkan dia bercerita tentang minatnya itu. Syukur-syukur minatnya sama. Obrolan bisa jadi gayeng.
7. Kalau gak sama gimana? Besok lagi kalau datang, pasti Anda sudah mencari informasi dari internet atau media apapun tentang minat dia.
8. Setelah kunjungan kedua, ya pulang lagi. Jangan menginap!
9. Kunjungan ketiga, sama alasannya dengan kunjungan kedua. Namun tanyakan progres proposal Anda. Apakah ada yang kurang? Catat apa yang kurang. Pastikan Anda siapkan 1-2 hari kemudian. Nah, dapat alasan untuk datang lagi ke bank bukan?!
10. Ulangi terus kunjungan-kunjungan. Berikan senyum kepada satpam, front office, office boy, teller dan usahakan akrab dengan mereka pula. Jadikan Anda bukan orang asing bagi mereka. Cetusnya.dan adri pun menambahkan alangkah lebih baik bilah segala persyaratan tadi oleh pihak bank dirampingkan,artinya "jangan samakan bagi pengusaha besar dengan pengusaha kecil," saya lebih setuju bilah para pengusaha ekonomi lemah dibebaskan dari segala syarat. "Contohnya bilah dia hanya meminjam lima juta (500.000) ngapain harus dilampirkan Siup TDP NPWP Sertipikat tanah,Surat Nikah,dan lain-lainnya." "anda bayangkan bikin SIUP,TDP dan NPWP belum lagi bikin sertivikat ditambah lagi surat nikah dan membuat proposal apalah mungkin,bagi pengusaha lemah dapat melengkapi segala syarat itu," Secara bruto andakain syarat- syarat tadi harus dilengkapi oleh para pengusaha lemah.Stidaknya dia harus mengeluarkan bia,Bikin Surat Nikah,SIUP TDP NPWP dan sertfikit tanah yng nilainya bilah diglobalkan bisa mencapai ratusan Juta-sementara yang akan dipinjam hanya lima 5000000 juta,"masuk akal tidak?" artinya bilah anda mau meminjam lima juta harus mengeluarkan terlebih dahulu ratusan juta.cetus Andri, diapun berharap kepada semua perbankan bisa member kemudahan kepada pengusaha lemah yang berada dipelosok-pelosok daerah dan berikanlah kemudahan sistem peminjamannya jika perlu hapus suluruh syarat yang terlalu memberatkan itu. kata andri diakhir pembicaraan kepada Onlin news.



0 komentar:
Posting Komentar