photo SKMENPEN.gif

Rabu, 11 April 2012

Ibu Negara: Sulam Bukan Lagi Pekerjaan Nenek-nenek

Jakarta: Ibu Negara berharap sulam Indonesia dapat mengikuti jejak sukses batik yang telah menjadi tren dunia fesyen, bukan hanya di Indonesia melainkan juga di mancanegara. Harus diluruskan, sulam-menyulam bukan lagi pekerjaan nenek-nenek.




"Sulam diharapkan tidak hanya berhenti sebagai produk tapi juga dapat menjadi virus budaya dan gaya hidup (life style)," kata Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada peluncuran buku Adikriya Sulam Indonesia karya Triesna Jero Wacik, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (10/4) sore.

Ibu Ani menilai ini merupakan tantangan bagaimana perajin sulam dapat menaikkan sulam ke level yang lebih tinggi daripada sebatas warisan budaya saja. "Ciptakan karya baru dengan nilai lebih dari yang sudah ada. Dengan demikian akan dapat menarik peluang lebih besar dari konsumen," Ibu Ani menekankan.

Momen untuk menaikkan citra sulam Indonesia ada pada saat diselenggarakannya even yang akan diselenggarakan di Sumatera Barat pada Oktober 2012 mendatang.

"Saya mendorong Yayasan Sulam Indonesia betul-betul memanfaatkan forum tersebut untuk meningkatkan imej sulam baik di Indonesia ataupun di mata dunia," kata Ibu Ani. "Lakukan riset dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait agar semua pihak bisa saling mengupdate tren sulam di dunia," tambahnya.

Selain itu, Ibu Ani juga berharap para pelaku ekonomi dapat memberikan pelatihan pemasaran karena produksi sulam biasanya sulit untuk menembus pasaran karena kurangnya pengetahuan pemasaran.

Sulam dan atau border, lanjut Ibu Ani, bukan sekadar kain dengan hiasan gambar dan tapi juga mengandung nilai ideal kehidupan. Sulam tidak hanya menyangkut kain dan benang, sulam menuntut kesabaran, kejelian, kepekaan, ketelitian, dan keindahan dalam membentuk dan menciptakannya. Selain itu, juga membutuhkan waktu yang lama.

"Dalam konteks kehidupan, sulam mengajarkan agar kita menghargai suatu proses menuju titik akhir bukan hasil semata. Agar bangsa ini lebih tekun dan tak cepat berpuas diri," Ibu Negara menjelaskan.

Melalui buku Adikriya Sulam Indonesia ini, diketahui adanya pergeseran nilai sulam dari berbagai generasi. Bahkan ada anekdot, sulam-menyulam itu hanya kegiatan nenek-nenek dan ibu-ibu. "Itu harus diluruskan, sebab kalau kaum muda putus pengetahuannya akan sulam maka masa depan sulam ke depan akan sangat mengkhawatirkan," Ibu Ani menegaskan

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)