Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono beserta rombongan bertolak menuju Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, Kamis (22/3), untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Pesawat Kepresidenan Airbus A 330-300 milik Garuda Indonesia lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 10.00 WIB. Selain ke Beijing, Presiden SBY dan Ibu Ani juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Hongkong dan Seoul, Korea Selatan.
Presiden SBY akan berada di Beijing hingga 24 Maret. Kunjungan kenegaraan di Beijing akan diawali dengan pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao dan PM Wen Jiabao. Dalam pertemuan ini, Presiden SBY dijadwalkan akan menyaksikan penandatanganan beberapa Memorandum Saling Pengertian, antara lain MoU on Maritime Cooperation, MoU on Cooperation in Narcotic Drugs, Psychoptropic Substances and Precursor Chemical Control, MoU Concerning Archieves Cooperation, dan MoU on Exchange of External Merchandise Trade Statistical Data.
Presiden SBY juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Kongres Nasional Rakyat Wu Bangguo dan Li Changchun, anggota Politburo Tetap Partai Komunis Tiongkok.
Selain bertemu dengan para pemimpin RRT, Presiden SBY juga akan bertemu beberapa CEO terkemuka di Tiongkok dan menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Tsinghua dalam rangka menerima gelar Doktor Honoris Causa dari universitas tersebut.
Dari Beijing, Presiden SBY dan Ibu Ani meneruskan kunjungan ke Hongkong, pada 24 Maret. Kunjungan ke kawasan bekas koloni Inggris ini untuk meningkatkan dan memperluas kerja sama ekonomi Indonesia-Hongkong.
Presiden SBY diagendakan bertemu Chief Executive Hongkong Special Administrative Region, Donald Tsang. Dibahas upaya meningkatkan kerja sama pembangunan, ketenagakerjaan, perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata, dan sosial budaya. SBY juga akan bertemu sejumlah pimpinan perusahaan untuk mengajak mereka berinvestasi secara nyata di Indonesia dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Dalam kunjungan ini, SBY secara khusus akan meluangkan waktu untuk berdialog dengan masyarakat Indonesia di Hongkong, termasuk para TKI.
Pada 25 Maret 2012, Presiden SBY dan Ibu Ani menuju Seoul, Korea Selatan. Agenda utamanya adalah untuk menghadiri KTT Keamanan Nuklir dan kunjungan kenegaraan. Presiden SBY akan menyampaikan serangkaian pidato terkait isu-isu yang menjadi bahasan KTT, antara lain Nuclear Security-Safety Interface dan National Measures and International Cooperation to Enhance Nuclear Security, Including Future Commitments.
Sementara untuk kunjungan kenegaraan, 28–29 Maret, SBY telah dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Lee Myung-bak. Kemudian bertemu pebisnis setempat. Presiden SBY dan Presiden Lee juga akan menyaksikan penandatanganan dua buah Nota Kesepahaman (MoU), yaitu MoU on Comprehensive Energy Cooperation dan MoU on Transportation.
Presiden SBY dan Ani beserta rombongan direncanakan tiba kembali di Jakarta pada Kamis, 29 Maret 2012.
Mendampingi Presiden SBY dan Ibu Ani dalam kunjungan kali ini, antara lain, Menlu Marty Natalegawa, Menperin MS Hidayat, Mendikbud M Nuh, Menpora Andi A Mallarangeng, dan Mendag Gita Wirjawan. (osa)


0 komentar:
Posting Komentar