photo SKMENPEN.gif

Kamis, 22 Maret 2012

Hongkong Sangat Kooperatif Mengembalikan Aset Koruptor

akarta: Selain mengundang investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, kunjungan kerja Presiden ke Hongkong juga untuk meningkatkan kerja sama bidang hukum. Hongkong selama ini sangat kooperatif mengembalikan aset-aset negara yang dibawa lari koruptor Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam keterangan pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (22/3) siang, sesaat sebelum lepas landas menuju Beijing, Hongkong, dan Seoul di Korea Selatan.

"Seperti saudara ketahui, kerja sama di bidang penegakkan hukum antara Indonesia dan Hongkong berlangsung dengan sangat baik. Hongkong sangat kooperatif, baik dalam mengembalikan aset-aset Indonesia yang dibawa keluar negeri --dalam bentuk lain juga mutual legal assistance-- atau apapun yang diperlukan," Presiden menjelaskan. Hal ini sangat menggembirakan karena kerja sama dengan negara-negara lain dalam pengembalian aset sering tidak mudah. Selain itu, Presiden SBY juga akan bertemu dengan pemimpin paguyuban TKI di Hongkong.

Kunjungan ke Hongkong dilakukan setelah dari Beijing, Republik Rakyat Tiongkok. Kunjungan ke Beijing ini untuk memenuhi undangan Presiden Hu Jintao dan PM Wen Jiabao setahun lalu. Dengan kedua pemimpin tersebut, Presiden SBY akan membahas peningkatan kerja sama bilateral. Menurut SBY, setelah Indonesia dan RRT mendeklarasikan kemitraan strategis, kerja sama di berbagai bidang meningkat, utamanya kerja sama ekonomi.

Adapun kunjungan ke Seoul, Korsel, untuk menghadiri KTT Kemanan Nuklir yang akan dihadiri 59 negara. Indonesia merupakan negara yang diharapkan datang, khususnya karena peran Indonesia sebagai ketua KTT ASEAN dan KTT Asia Timur tahun lalu. "Salah satu yang menjadi topik penting dalam East Asia Summit di Bali adalah perlunya upaya global untuk mencegah pengembangbiakkan senjata nuklir serta sekaligus pelucutan senjata nuklir yang ada," kata Presiden SBY.

Selain menghadiri KTT Kemanan Nuklir, Presiden SBY juga akan bertemu Presiden Korsel Lee Myung-bak. Indonesia satu-satunya peserta KTT Nuklir yang diharapkan melakukan kunjungan kenegaraan tersebut. "Akan kita gunakan secara maksimal untuk menemukan agenda-agenda baru, peluang-peluang baru, bagi kerja sama Indonesia dengan Korea," Presiden SBY menambahkan.

Dalam keterangan pers ini, Presiden SBY didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksno, Menlu Marty Natalegawa, dan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan. Dua menteri terakhir menyertai Presiden dalam kunjungan ke RRT dan Korsel. (arc)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)