Berbagai Negara Sudah Menyesuaikan eceran BMM nya Indonesia saat ini masih belum ada keputusan yang pasti dalam jangka 6 bulan,mengapa,? mendengar ini sekelompok penyeludup BBM stidaknya bersrak dan "menari diatas keuntungannya!" ambil coontoh difilipina bensin sudah 9000 (sembilan ribu rupiah),di america 2$ (dua dolar Amerca sama dengan 20.000 duapuluh ribu rupiah) dan di malaisia 12 dua belas ribu rupiah,sementara di Indonesia masilah 4.500.empat ribu lima ratus rupiah,bilah bensin tidak disesuaikan sipakah yang menari? jawabnya so pasti para penyeludup BBM,oleh sebab mereka usahanya boleh dibilang kembali normal dan bisa dibayangkan betapa besarnya untuk mereka jika seandainya membeli di indnesia hanya 4.500 empat ribu lima ratus setelah itu dijual lagi kenegara yang mau membeli lebih mahal."seandainya ini terjadi betapa memilukan dan kelangkaan BBM menghadapi sutuasi saat ini tidak menutup kemungkinan bisa terjadi?" melihat nuansa ini penuliis berharap pengawaan BBM distiap lini segera di perketat agar BBM untuk persidian bangsa ini tidak ter expolitir keluar oleh para penyeludup minyak. "Pertanyaannya apakah semua siap untuk mengawasi BBM agar tidak terexpolitir keluar?" dan apakah semua siap menghalang kedatangan para calo minyak yang akan bertebaran di Indonesia? nah ini semua tidak menutup kemungkinan akan ada!. persoalan naik dan tidaknya BBM semua tentunya ada ditangan Pemerintah dan stidaknya DPRRI dan Presiden sudah punya ukurannya.tetapi persalanya bukan itu melainkan efknya bilah memang akhirnya benssin tidak naik berarti negara-negara yang memiliki harga BBM tinggi akan bisa membeli ke Indnesia artinya persiapan suku candang kita yang di peruntukan dalam Negri tidak menutup kemungkinan akan bisa pulah disedot kenagara lain oleh para penyeludup BBM "sementara persedian BBM kita buat dalam Negri saja sudah kewalahan "bagaiman bilah ditambah diseludupkan? Nah semunya ini adalah tangung jawab Bangsa Indnesia,artinya jika Negar sudah memberi kelongaran selama enam bulan BBM boleh dibilang tidak jadi naik seharusnya masyarkat membantu memantau siapakah yang diuntungkan segilncir orang ataukah masyarakat? dan bagaimanakah kondisi Negara bilah penyesuaian BBM di Ubdur? apakah meningkatkan devisa atauakah semakin membuat terpuruk nah ,persoalan ini seharusnya di bawa oleh mahasiswa kmeja perundingan dibawah Naungan DPR masing-masing dan stelah itu seharysnya mahasiswa dan siwi mengkajih bersama kalangan Rektorat,tidak perlu mengadakan aksi parlemen jalanan."melihat semua ini penulis berharap semoga Mahasiswa,elemen masyarakat cendikiawan dan para pakar melihat peneyesuaian BBM ini dengan jernih dan berakal,tidak dengan cara emosi akhirnya,apa yang diharapkan tidak membuahkan hasil yang positif." Pertanyaannya siapakah yang diuntungkan bilah BBM batal dinaikan/ Penyeludup Minyak, Masyarakat ataukah siapa? semuanya tetntu masi dalam remang-remang.namun untuk saat ini mungkin para penyeludup BBM -lah yang sorak? harapan penulis semoga para pemain yang bergelimpang diatas BBM segera sadar dan kembali ke jalan yang benar. Semoga.
0 komentar:
Posting Komentar