Foto : Perdana Menteri Inggris David Cameron (Reuters)
LONDON - Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumumkan, negaranya meningkatkan anggaran militernya menjadi GBP13 juta atau sekira Rp184 miliar. Dirinya juga berniat akan melakukan serangan udara ke wilayah yang dikuasai oleh militan Somalia.
Inggris berniat untuk mengirim kapal induk, helikopter Apache, beserta dengan armada lautnya untuk memerangi perompak beserta kelimpok militan Somalia. Selain itu, Cameron juga merencanakan serangan udara ke militan Al Shabab yang saat ini sudah bergabung dengan Al Qaeda.
Menurut Cameron, Somalia merupakan salah satu ancaman yang cukup serius bagi Inggris. Perdana Menteri Inggris itu juga mulai mengawasi gerak-gerik dari warga Somalia yang berada di Inggris dan berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Inggris khawatir, saat mereka pulang, mereka akan direkrut oleh militan Al Shabab. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (23/2/2012).
Selain Inggris, Uni Eropa juga sudah mempertimbangkan adanya serangan militer untuk melumpuhkan militan Al Shabab. Inggris bahkan menempatkan mata-matanya di Seychelles untuk mewaspadai para perompak dari negeri yang kelaparan itu.
Kerajaan Inggris akan menjadi tuan rumah dari sebuah pertemuan internasional yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton.
Pertemuan itu juga bermaksud untuk memecahkan isu-isu seperti pergolakan politik, keamanan, terorisme, dan bantuan kemanusiaan di Somalia.
Somalia tidak memiliki pemerintahan yang efektif selama bertahun-tahun, oleh karena itulah militan Al Shabab sanggup menguasai sejumlah wilayah di negara tersebut. Selain sering melakukan serangan, Al Shabab juga kerap memblokir akses bantuan kemanusiaan yang didistribusikan ke Somalia.(AL)
Inggris berniat untuk mengirim kapal induk, helikopter Apache, beserta dengan armada lautnya untuk memerangi perompak beserta kelimpok militan Somalia. Selain itu, Cameron juga merencanakan serangan udara ke militan Al Shabab yang saat ini sudah bergabung dengan Al Qaeda.
Menurut Cameron, Somalia merupakan salah satu ancaman yang cukup serius bagi Inggris. Perdana Menteri Inggris itu juga mulai mengawasi gerak-gerik dari warga Somalia yang berada di Inggris dan berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Inggris khawatir, saat mereka pulang, mereka akan direkrut oleh militan Al Shabab. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (23/2/2012).
Selain Inggris, Uni Eropa juga sudah mempertimbangkan adanya serangan militer untuk melumpuhkan militan Al Shabab. Inggris bahkan menempatkan mata-matanya di Seychelles untuk mewaspadai para perompak dari negeri yang kelaparan itu.
Kerajaan Inggris akan menjadi tuan rumah dari sebuah pertemuan internasional yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton.
Pertemuan itu juga bermaksud untuk memecahkan isu-isu seperti pergolakan politik, keamanan, terorisme, dan bantuan kemanusiaan di Somalia.
Somalia tidak memiliki pemerintahan yang efektif selama bertahun-tahun, oleh karena itulah militan Al Shabab sanggup menguasai sejumlah wilayah di negara tersebut. Selain sering melakukan serangan, Al Shabab juga kerap memblokir akses bantuan kemanusiaan yang didistribusikan ke Somalia.(AL)


0 komentar:
Posting Komentar