photo SKMENPEN.gif

Sabtu, 25 Februari 2012

Ibu Ani: Kembangkan Herbal Indonesia untuk Atasi Kanker


Ibu Ani resmi membuka Seminar Nasional Kanker di Istana Negara, Rabu (22/2) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity karena memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Dengan kelebihan ini, Ibu Negara berharap para ilmuwan dapat lebih mengembangkan obat-obatan herbal sebagai alternatif atau pelengkap untuk penanggulangan kanker, seperti halnya yang dilakukan Tiongkok.

"Saya berharap agar herbal di Indonesia dapat dijadikan alternatif atau pelengkap terapi dari penderita kanker, utamanya untuk menjaga kualitas hidupnya," Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini pada bagian lain sambutannya saat membuka Seminar Nasional ''Kanker Masalah Kita Bersama'' di Istana Negara, Rabu (22/2) pagi.

"Mengambil contoh dari Tiongkok, para penderita yang menjalani kemoterapi, radiasi, atau bedah mendapat komplemen herbal sehingga kualitas hidupnya semakin baik. Rambut tidak rontok, nafsu makan juga baik," Ibu Ani menambahkan.

Kanker bukan hanya menjadi ancaman bagi Indonesia, melainkan juga momok bagi dunia. Oleh karena itu, Ibu Ani mengimbau agar dilakukan kerja sama yang konstruktif antarbangsa, antarilmuwan, dan antarpakar untuk menemukan cara yang tepat guna mengatasi kanker di masa depan.

"Dapat dibangun kerja sama yang saling menguntungkan antara kita dengan negara-negara lain untuk meneliti kemungkinan dari bumi Indonesia dapat ditemukan obat penyembuh kanker," Ibu Ani menekankan.

Akhir-akhir ini sering disebut-sebut kunyit putih yang ada di Indonesia dapat menyembuhkan kanker. Ibu Ani menilai perlu suatu riset untuk mengetahui benar tidaknya informasi tersebut. "Saya tentu saja mengimbau kepada para peneliti dan dari pabrik-pabrik obat bisa meneliti benarkah kunyit putih dapat menyembuhkan kanker," ujar Ibu Ani. "Kita merupakan negara mega biodiversity,<.i> siapa tahu suatu saat nanti dari sini lahir obat penyembuh kanker yang cespleng," tambahnya.

Namun demikian, Ibu Ani juga menegaskan bahwa budaya, pola hidup sehat, juga sangat diperlukan untuk mengatasi kanker. Pemeliharaan lingkungan, baik air, makanan, udara, dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun yang sering disebut B3 menjadi sesuatu yang amat penting.

"Perubahan pola hidup sehat penting untuk dibudayakan dan disosialisasikan pada masyarakat. Dan akhirnya impian kita untuk hidup panjang, sehat dan sejahtera akan lebih mudah terwujud," Ibu Ani menegaskan. (yun dan andri L)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)