
Jakarta: Indonesia dikenal sebagai negara mega biodiversity karena memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Dengan kelebihan ini, Ibu Negara berharap para ilmuwan dapat lebih mengembangkan obat-obatan herbal sebagai alternatif atau pelengkap untuk penanggulangan kanker, seperti halnya yang dilakukan Tiongkok.
"Saya berharap agar herbal di Indonesia dapat dijadikan alternatif atau pelengkap terapi dari penderita kanker, utamanya untuk menjaga kualitas hidupnya," Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini pada bagian lain sambutannya saat membuka Seminar Nasional ''Kanker Masalah Kita Bersama'' di Istana Negara, Rabu (22/2) pagi.
"Mengambil contoh dari Tiongkok, para penderita yang menjalani kemoterapi, radiasi, atau bedah mendapat komplemen herbal sehingga kualitas hidupnya semakin baik. Rambut tidak rontok, nafsu makan juga baik," Ibu Ani menambahkan.
Kanker bukan hanya menjadi ancaman bagi Indonesia, melainkan juga momok bagi dunia. Oleh karena itu, Ibu Ani mengimbau agar dilakukan kerja sama yang konstruktif antarbangsa, antarilmuwan, dan antarpakar untuk menemukan cara yang tepat guna mengatasi kanker di masa depan.
"Dapat dibangun kerja sama yang saling menguntungkan antara kita dengan negara-negara lain untuk meneliti kemungkinan dari bumi Indonesia dapat ditemukan obat penyembuh kanker," Ibu Ani menekankan.
Akhir-akhir ini sering disebut-sebut kunyit putih yang ada di Indonesia dapat menyembuhkan kanker. Ibu Ani menilai perlu suatu riset untuk mengetahui benar tidaknya informasi tersebut. "Saya tentu saja mengimbau kepada para peneliti dan dari pabrik-pabrik obat bisa meneliti benarkah kunyit putih dapat menyembuhkan kanker," ujar Ibu Ani. "Kita merupakan negara mega biodiversity,<.i> siapa tahu suatu saat nanti dari sini lahir obat penyembuh kanker yang cespleng," tambahnya.
Namun demikian, Ibu Ani juga menegaskan bahwa budaya, pola hidup sehat, juga sangat diperlukan untuk mengatasi kanker. Pemeliharaan lingkungan, baik air, makanan, udara, dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun yang sering disebut B3 menjadi sesuatu yang amat penting.
"Perubahan pola hidup sehat penting untuk dibudayakan dan disosialisasikan pada masyarakat. Dan akhirnya impian kita untuk hidup panjang, sehat dan sejahtera akan lebih mudah terwujud," Ibu Ani menegaskan. (yun dan andri L)


0 komentar:
Posting Komentar