isi seperti ini. oleh sebab segala kebijakan yang diterapkan hampir tidak mempan buat memulihkan keadaan krisis. Meskipun pada saat ini Zona Euro mengambil insiatif suntikan dana buat negara yang terkena krisis,namun semua itu masih dalam tarap pembahansan dan pengajuan belaka,sampai sejauh ini para Pemimpin kepala Negara yang memiliki devisa besar didalam negaranya belum juga mau menyerahkan dana tersebut kepada negara terkena krisis, "andai akan mendapat suntikan dana." kepada kepala pemimipin negara terkena syarat yang harus dilengkapinya berlapis,sehingga cara mengambil dana.bagi negara terkena krisis berbelit-belit."Mengapa bisa sepertriitu?" melihat semua ini penulis sangant prihatin terhadap kepala negara yang sedang terkena krisis,terlepassemua itu,mendengar Kanselir German Angel Markel,yang mengatakan bahwa Eropa saat ini tidak akan bisa bantu Indonesia oleh sebab keadaan eropa sendiri saat ini sedang terkana goncangan krisis,tentu perlu dimaklum oleh Indonesia,oleh sebab apa yang dikatakan Angel Markel memang tidak mengada-ada melainkan apa adanya. Mendengar semua ini,penulis tersentuh dengan kepala pemimpin Negara Indonesia,mungkin saat sekarang sedang memikirkan,dan mengatur keada ekonomi yang boleh dibilang 'mandiri. "Pengamatan sementara meskipun Devasa Indonesia terbilang cukup memamadai untuk beberapa tahun kedepan sambil melihat perkembangan kedepan,apakah sutuasi ekonomi global akan memabaik atau sebaliknya akan terpuruk?" Mungkin hal ini belum dapat dilihat sekarang,tetapi buat waspada kedepannya memang harus,dikuwatirkan situasi ekonomi global akan memburuk.Oleh karena itu Indonesia harus mempersiapkan mandiri,diberbagai sektor,dan sehera membuat Industri mikro disetiap,daerah yang dapat menghasilakan,inkam devisa,artinya seandainya disetiap daerah mapuh menghasilkan industri yang dapat meningkat perkapita penduduk,dan perjiwa bisa menyisihlan pajak perbualan kepada negara sebesar 1dolar US, seandainya dari jumlah 260 juta, jiwa yang wajib pajak umpamanya 160 juta, dan lasung bisa dimasukan dalam kas devisa. "Berarti devisa perbulan bisa dikatakan 16o juta dolar,dikali satu tahun sama dengan berapa?" ini baru pajak mikro belum lagi pajak-pajak usaha lain PPH PPN dan ditambah pajak lainnya. terlepas semua itu yang terpenting disini seluruh komponen masyarakt mau menyadari keadaan Indonesia saat ini harus siap mandiri,dan mau bangkit dari keadaan yang terjepit oleh krisis global yang menerpa dunia eropa. Berangkat dari keadaan yang terjepit ini, seharusnya kita mampuh mendongkrak kemabali seluruh industri dan pertanian,peternakan, perikanan,perkebunnan,dan sektor perdagangan,artinya perlu diperbanyak pasar- pasar trdisional,disetiap tingkat kecamatan maupun ditingkat kelurahan,dan darisana akan tumbuh perekonomian dan terlihat bagaimana perputaran uang,dan transaksi uang setiap hari akan terliahat,dipasar tradisional itu.Menjamur pasar tradisonal akan diberbagai daerah menandakan perekeonomian daerah itu maju,artinya semua hasil yang di jajakan kepada konsumen memang asli dari daerah setempat,khusus kebutuhan ibu memasak,terdiri sayur mayur,tomat.bawang,ubi,cabai,ikan,daging, dan sebagainya, yang terpenting memang apa yand jajakan hasil dari daerah itu,dan disana akan telihat perputaran uang tidak akan terlalu jauh, saat ini di kota besar lebih mengutamakan Mol atau pasar yang serba supur,dan ddalam pasar itu,produk yang jajakan hapir 90 persen,produk impor,dan produk aslinya bisa dikatakan sangant sedikit,dari situ kita bisa dapat mengkalakulasikan,berapa besar uang yamg lari ketemapat lain? sementara produkk kita yang ada tidak mampuh memangil kemabali uang itu,artinya setelah uang itu pergi dari Indonesia tidak pernah mau kembali.Melihat semua ini penulis kembali mengingigantkan buat produk yang dapat memangil uang,tadi pergi keberbagai negara, dan usahakan prooduk itu benar-benar mutuhnya baik dan menarik konsemen,dengan sendirinya uang tadinya tersembunyi diberbagai belahan dunia akan mau kembali.Menghadapi Pasar bebas adalah peluang buat seluruh Warga Negara dimanapun untuk menjajahkan Produknya dibelahan dunia ini,Terbukti Negara yang bisa membuat pruduk dia bisa memanggil uangnya kembali dari berbagai negara. Dengan cara melepaskan produknya dipasaran,dimana uang mereka berada.Dan Negara yang cerdas dan mampuh membuat Produk bisa juga uang ditempat lain.artinya semua produk dilepaskan di negara sasaran sambil menunggu peminatnya,nasib baik semua produknya laku,dan bisa memabawa uang masuk kedalam kas devisa. Nah melihat semua ini seandainya di Indonesia yang memiliki kurang lebih 1200 pulo dan andaikan setiap pulo mampuh membuat produk dan bisa ditawarkan produknya itu ke berbagai negara dan terealisasi disenangi oleh setiap negara dan produk itu bertahan menyebar disana,tidak menutup kemungkinan uang akan datang dari berbagai negara.Contohnya Jepang,saat mereka telah mampuh produknya menembus pasaran berbagai dunia,demikian pulah cina saat ini semua produk yang dibuatnya mampuh menembus pasarn dunia,dari mainan,anak, sampai makanan,ringan,dan banyak lagi produk cina yang mampuh masuk pasaran diberbagai dunia.Dari sanalah mereka mampuh memamanggill dari berbagai negara olleh sebab produk mereka ada dan diminati. Begitu Juga Jepang,semua produk yang dibuatnya telah mampuh menembus pasaran dunia dan mutuhnya tidak kalah saing,darisana pulah jepang dapat memanggil uang.Nah melihat semua ini Indonesia seharusnya bisa mencontoh,artinya bagaimana cara memanggill uang, buktikan produk ungulan yang dapat menembus pasaran,baik kerajinan yang bisa dilanjutkan produknya,dan yang lainnya.Dan jika perlu semua pulo di potensialakan dapat membuat produk unggulan yang dapat menembus kepasaran dunia. Saat Ini mungkin Tiongkok wajar bilah punya devix besar,begitu juga jepang wajar bilah punya devisa besar.oleh sebab semua produk yang dibuat mampu memanggil uang.begitu Tiongkok produknya mampuh memanggil uang,oleh sebab mereka displin membuat produknya dan saat sekarang produk mereka telah menguasai asia. Nah Bagamana dengan Indonesia mampukah bersaing dan sekaligus memanggil uang yang berada di negara lain.? Bukan kah uang Indonesia telah lari ke negara lain,dan sekarang indonesia hanya tinggal memmegang produknya,pertanyaanya seandainya kita tidak punya uang apakah produk ditangan itu dapat di kembalikan kepada negara yang membuat jawabnya tidak. Bilah tidak berarti secara jujur uang itu tetap disana.? dengan rendah hati penulis mengajak kemabali kepada seluruh elemen Indonesia untuk mandiri.selama kita belum bisa membuat alangkah baiknya bersabar. Artinya jangan terlalu emosi membuang uang kepada produk yang akhirnya hanya menjadi limbah."Disaat Nantinya Indonesia bisa mebuat sendiri." Dan limbah Industri yang nantinya tidak terpakai lagi akan dibuang kemana? melihat semua ini penulis mencolek kembali kepada semua indipidu untuk bertahan memegang uang dan jangan emosi membeli limbah. dan mulai sekarang mari kita belajar mandiri dan menghemmat."Lebih baik kita jalan kaki tetapi makan sempurnah,daripada mengunakan limbah industri tapi makan sengsara. dan sekarang sudah waktunya semua harus bangkit untuk dapat membuat produk agar menghadapi pasar bebas produk Indonesia bisa dijadikan andalan.Semoga.
0 komentar:
Posting Komentar