Secara Moral Tindak Pantas Golongan Mampu dan Kaya mengunakan BBM yang disubsidi oleh Pemerintah.Hal itu diungkapkan oleh SBY.didalam Mutiara Kata. Sentilan ini jelas ditujukan buat semua yang merasa ekonominya mampu atau buat kalangan
"Jutawan se antero Indonesia." analisa penulis, secara sosial apakah layak orang kaya atau jutawan masih mau "Rakus?" dan mengambil segala hak orang ekonmi lemah? stidaknya hal ini sangant tidak pantas bahkan "mencerminkan diri sikaya moralnya miskin?" nah bilah si kaya seperti ini prilakunya, orang kaya di Indonesia seperti apakah nantinya? apakah dia kaya dengan bermoral,ataukah kaya tetapi moranya miskin,Ironisnya oraang kaya di Indonesia memiliki moral miskin,akhirnya segala yang jatah orang miskin masih bisa dan sempat mau disikat juga." persoalanya sekarang adalah secara moral tidak pantas golongan kaya mengunakan BBM subsidi,penulis sangant sepakat dan memang seharusnya, bagi orang kaya jangan mau mengantri sumbako, apalagi sampai mau mengantri bensin bersubdi? selayaknyalah jika anda merasa mampuh dan sudah menjadi jutawan Mbo ya,beli sesuai dengan tempatnya,dan standar keuanagannya, bilah harus menyatu dengan orang-orang miskin apakah "tidak punya malu?" Nah selayaknyalah bila orang kaya seperti ini disebut saja "Rakus?" Pengamatan penulis Kaya berjiwa miskin secara Fisokologi,memamang sering terjadi didalam diri manusia,tetapi hal ini ada yang disengaja ada pulah yang terpaksa,maksudnya,-banyak di kalangan Ekonomi cukup,merekasepertinya masih kurang dengan kecukupanya,? Nah inilah "namanya oranga kaya tetapi jiwanya miskin alias "Rakus" "jiwa miskin rata-rata rakus,maunya makan,yang enak, tidur yang enak,sampai diaakhir hayatnya?". Nah bilah seorang berkecukupan memiliki jiwa miskin stidaknya prilakunya seperti yang tersebut tadi,? Tetapi persoalanya bukan itu dan tidak mendikotomikan antara si mikin dan si kaya,disini penulis sebatas menerawang melihat sikaya atau yang bercukupan memiliki jiwa miskin. Pertanyaannya mengapakah Engkau sudah berkecukupan masih "Rakus"? Harapan penulis semoga para orang kaya diseluruh Indonesia mampuh kembali membangun jiwa gotong royong,"artinya yang kaya menopang yang miskin dan yang meskin saling berduyun-duyun menopang yang kaya,bilah hal ini dapat terjalin betapa Indahnya,dan tidak mungkin pulah yang kaya mau memakan hak oramng miskin,dan si miskin tidak pulah mau mencuri harta si kaya." Semoga.oleh Andri luntungan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar