akarta: Indonesia-Kazakhstan sepakat membentuk semacam dewan bisnis yang diberi nama Komisi Ekonomi Bersama Antarpemerintah (Intergovernment Joint Economic Commission). Komisi ini untuk menunjang peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam keterangan pers bersama Presiden Republik Kazakhstan Nursultan Nazarbayev, sesuai pertemuan bilateral, di Istana Merdeka, Jumat (13/4) sore. "Kita juga sepakat untuk membuat hubungan kerja sama dan bilateral kedua negara lebih lancar seperti memberikan perlindungan investasi dan mencegah penggunaan pajak berganda," kata Presiden SBY.
Ada sejumlah agenda telah disepakati dalam pertemuan bilateral tadi. Diantaranya, dalam waktu dekat akan ditingkatkan kerja sama di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, dan energi.
"Dari pembicaraan tadi kami sepakat untuk mewujudkan kerja sama yang nyata di bidang industri gandum, kapas, ban, dan eksplorasi serta produksi minyak bumi," Presiden SBY menambahkan. Kerja sama sektor pariwisata dan pertahanan juga akan dikembangkan.
Indonesia, lanjut SBY, menyambut baik setiap upaya peningkatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk peran Kazakhstan dalam dialog antaragama. Kazakhstan juga belum lama ini menjadi tuan rumah di Islamic Economic Forum.
Sementara itu, Presiden Nursultan Nazarbayev mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden SBY atas undangan untuk mengunjungi Indonesia. Kunjungan ini merupakan kunjungannya kedua setelah pertama kali dilakukan pada tahun 1995.
"Saya sangat terkesan dengan perubahan dan kemajuan Indonesia. Saya yakin Indonesia akan tergabung dalam ekonomi terbesar di dunia," kata Nazarbayev.
Nazabayev menegaskan bahwa kedua negara mempunyai pemikiran yang sama untuk meningkatkan kerja sama dan hubungan bilateral kedua negara, khusunya dalam bidang industri, pembangunan, dan infrastruktur.
"Pertumbuhan ekonomi kedua negara dapat meningkatkan peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan, transportasi, pertanian, dan UKM," ujar Nazarbayez. Untuk forum internasional, Kazakhstan akan mengusulkan Indonesia menjadi anggota CICA (Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia).
Pada kesempatan ini, Presiden Nazarbayev secara resmi mengundang Presiden SBY berkunjung ke Kazakhstan untuk memperingati 20 tahun hubungan bilateral kedua negara tahun depan. Presiden SBY pun menyambut baik hal ini dan menyatakan akan datang ke Kazakhstan tahun depan.
"Saya insya Allah akan memenuhi undangan untuk berkunjung ke Kazakhstan tahun depan. Disamping dalam rangka memperingati 20 tahun hubungan bilateral, juga untuk meningkatkan lagi kerja sama kedua negara," SBY menjelaskan.
Sebelum keterangan pers bersama ini, kedua kepala negara terlebih dahulu menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antar kementerian luar negeri kedua negara. Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Menlu Marty Natalegawa dan Menlu Kazakhstan Yerzan Kazykhanov ini yaitu mengenai visa exemption (bebas visa) untuk pemegang paspor diplomatik dan service pasport, dan juga Letter of Intend. (yun)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar