photo SKMENPEN.gif

Senin, 06 Agustus 2012

Bulan April Ekonomi Indesia Bergerak Positf Lebi Baik Tumbuh 6.4% Dari Tahun Sebelumnya

Ekonomi Indonesia berkembang lebih dari yang diharapkan pada kuartal kedua sebagai konsumsi domestik membantu menutupi penurunan permintaan ekspor.

Antara April dan Juni, ekonomi tumbuh sebesar 6,4% dari tahun sebelumnya. Analis telah memperkirakan pertumbuhan 6,1%.

Para ekonom mengatakan suku bunga rendah, pertumbuhan harga konsumen stabil dan konsumen yang kuat dan kepercayaan bisnis telah membantu meningkatkan permintaan domestik.

Indonesia adalah ekonomi Asia Tenggara terbesar.

"Sesuai data hari ini, Indonesia tetap menjadi salah satu yang paling cepat berkembang, dan mungkin lebih penting, salah satu perekonomian paling stabil di Asia," kata Taimur Baig, seorang ekonom Deutsche Bank.

Domestik konsumsi menyumbang hampir 60% dari perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
'Kunci kerentanan'
Lanjutkan membaca cerita utama
"Mulai Penawaran

     Kerentanan kunci untuk Indonesia berasal dari eksposur ke China "

Prakriti Sofat Barclays

Meskipun angka kuat dan ketergantungan yang relatif rendah pada ekspor, para analis memperingatkan bahwa pertumbuhan Indonesia mungkin masih akan terpengaruh oleh perlambatan ekonomi global, terutama di Cina.

Komoditas dan sumber daya alam membentuk sebagian besar ekspor Indonesia dan China merupakan pasar kunci untuk pengiriman produk tersebut.

Namun, pertumbuhan di China telah melambat. Perekonomian China tumbuh 7,6% pada kuartal kedua, kecepatan yang paling lambat dari pertumbuhan dalam tiga tahun.

Akibatnya, permintaan komoditas diperkirakan melambat, mengakibatkan penurunan harga, yang dapat menyakiti pertumbuhan Indonesia.

"Kerentanan kunci untuk Indonesia berasal dari eksposur ke China," kata Prakriti Sofat, ekonom Barclays, BBC.

Ms Sofat memperingatkan bahwa jika ekonomi Cina terus melambat, efek pada harga komoditas dan pertumbuhan Indonesia mungkin jauh lebih besar.

"Itu hal efek perdagangan juga feed ke pengeluaran rumah tangga serta kepercayaan bisnis dan karenanya investasi dalam perekonomian," tambahnya.

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)