Jakarta: Presiden menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk setia dan patuh kepada kebijakan pemerintah sesuai ketentuan Undang Undang Dasar 1945 dan perundang-undangan lain yang berlaku. Presiden juga menegaskan akan terus bersama rakyat dalam suka dan duka sebagaimana selama ini.
"Saya ingin sampaikan instruksi kepada jajaran pemerintah, termasuk para gubernur, bupati, dan walikota. Sesuai sumpah dan etika jabatan kita kepada bangsa dan negara, marilah terus bekerja sekuat tenaga untuk menjaga dan membangun perekonomian kita, sesuai APBN-P 2012 yang berlaku sekarang ini," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain keterangan persnya, di Istana Negara, Sabtu (31/3) malam. Sebelumnya, Presiden memimpin rapat paripurna kabinet membahas langkah pemerintah pasca penetapan APBN-P 2012 oleh DPR, di Kantor Presiden.
Pada saat menghadapi krisis ekonomi di waktu-waktu lalu, Indonesia selalu bisa menghadapinya. Ekonomi kita tetap terjaga dan bahkan tumbuh baik. "Oleh karena itu, seberat apapun permasalahan ekonomi yang kita hadapi, saya berharap kita bisa mengatasainya secara bersama-sama," Presiden mengingatkan.
Dari aspek polhukam, Presiden SBY menginstruksikan agar semua pemimpin pemerintahan daerah bertanggung jawab dan bertugas untuk menjaganya. "Agar masyarakat merasa aman dan tenteram. Dengan terjaganya situasi polhukam maka setiap kegiatan pembangunan di daerah juga dapat dilaksanakan dengan baik," SBY menambahkan.
Kepada rakyat Indonesia, Presiden SBY menegaskan kembali akan terus bersama rakyat Indonesia seperti selama ini, dalam suka dan duka. "Dalam syukur karena mencapai hasil dan capaian, serta dalam tawakal dan sabar ketika negara kita menghadapi bencana dan ujian," kata Presiden SBY.
"Saya dan pemerintah akan terus berkerja sekuat tenaga untuk menghadapi permasalahan dan tantangan bangsa, apapun, termasuk untuk menyelamatkan perekonomian nasional kita. Karena segalanya tentu untuk kepentingan saudara-saudara, rakyat Indonesia," Kepala Negara menegaskan.
Ada masanya Presiden berada pada posisi yang sulit dan tidak mudah, seperti ketika mengambil kebijakan menaikkan harga BBM. "Saya harus mengambil keputusan yang tidak populer dan sering kali pula saya harus mengabaikan untung rugi dari sisi politik karena keputusan yang pahit yang bisa tidak populer itu semata-mata untuk kepentingan yang besar, kepentingan rakyat, bangsa dan negara," SBY menjelaskan.
Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polri yang dibantu oleh TNI yang selama ini menjalankan tugas yang tidak mudah, penuh tantangan tetapi mulia, yaitu menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat.
Kepada para pelaku ekonomi dan dunia usaha, Presiden menegaskan pemerintah akan tetap menjaga kondisi ekonomi makro Indonesia dan akan berusaha sekuat tenaga menjaga pertumbuhan ekonomi. "Kalau ada tekanan-tekanan baru dalam perekonomi kita, seperti yang kita hadapi di tahun-tahun yang lalu, pemerintah akan merespon dengan kebijakan dan langkah tindakan yang tepat dan yang diperlukan," Presiden menjelaskan.
Para pelaku ekonomi dan dunia usaha, Presiden menambahkan, tidak perlu khwatir karena pemerintah akan terus menjaga situasi tetap kondusif, baik untuk kegiatan investasi maupun bisnis di Indonesia. (dit/arc)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar