Presiden SBY dan PM John Key memberi keterangan pers bersama seusai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Selasa (17/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki peran penting di kawasan. “Bapak Presiden merupakan pemimpin yang berpikiran maju serta memiliki pribadi yang hangat dan terbuka,” kata PM John Key dalam keterangan pers bersama Presiden SBY, seusai pertemuan bilateral, di Istana Merdeka, Selasa (17/4) siang.
Melihat peran penting Presiden SBY di kawasan tersebut, PM John Key sangat berkeinginan untuk menghadiri KTT APEC 2013 yang akan berlangsung di Indonesia. “Saya berkeinginan untuk menghadiri pertemuan APEC tahun 2013 mendatang yang berada di bawah kepemimpinan Yang Mulia,” PM Key menambahkan.
PM Key juga optimis apa yang dicapai pada pertemuan ini dapat berlangsung dengan baik. Ia juga kagum dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Saya melihat banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama di masa depan,” ujar PM Key. Selandia Baru, lanjut PM Key, ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai teknologi yang dimiliki negaranya.
Sebelumnya, Presiden SBY menyatakan menyambut baik semangat untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Selandia Baru, dan berharap kerja sama bidang ekonomi di tahun-tahun mendatang bisa ditingkatakan secara lebih besar.
“Potensi Indonesia yang semakin berkembang dan keunggulan yang dimiliki Selandia Baru bisa disatukan untuk kepentingan bersama,” kata Presiden.
Selain kerja sama yang sudah disepakati dalam nota kesepahaman atau MoU, pada pertemuan bilateral tersebut juga dibahas mengenai kerja sama lainnya, seperti pendidikan. “Saya ingin mahasiswa Indonesia bisa belajar dari Selandia Baru untuk mengambil subjek tertentu, misalnya tentang teknologi panas bumi dimana Selandia Baru unggul di situ, dan kita sendiri sedang mengembangkan hal itu,” Presiden SBY menambahkan.
Dalam bidang peternakan, Indonesia ingin kerja sama dalam konteks yang lebih luas. Bukan hanya daging sapi, Indonesia juga ingin impor ternak sapi (life stock) untuk memenuhi pasar Indonesia yang semakin berkembang.
Indonesia juga berharap bisa bekerja sama dengan Selandia Baru dalam konteks Pasifik Barat Daya dan Pasifik Selatan, lingkungan, perdagangan dan investasi. “Harapan saya, setelah ini ada tindak lanjut. Saya yakin manakala diwujudkan akan ada manfaat yang nyata bagi Indonesia dan Selandia Baru,” Presiden menjelaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar