photo SKMENPEN.gif

Senin, 09 April 2012

KPK Perlu Koordinasi di 10 sepuluh Titik rawan "Kropsi?"

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyatakan hasil koordinasi dalam penanganan kasus di 10 sektor rawan korupsi belum membuahkan hasil. Pasalnya, masih perlu koordinasi hingga ada nota kesepahaman antartiga lembaga penegak hukum, yakni Kejaksaan, Kepolisian dan KPK.

"Lagi dikoordinasikan, akan dibuat memorandum of understanding (MoU)," kata Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (22/3) lalu

Zulkarnain membantah ada pembagian dalam pemetaan 10 sektor rawan korupsi khususnya di bidang pertambangan minyak dan gas. "Enggak, enggak begitu. Nanti kita koordinasikan, kita juga terbatas," ujarnya.

Terkait penyidikan perkara dugaan kasus proyek bioremediasi fiktif senilai US$ 270 juta oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), Zulkarnain mengatakan, pihaknya akan melakukan supervisi dan koordinasi. Artinya, tidak ada pembagian tugas pemberantasan korupsi dalam pemetaan 10 sektor rawan korupsi. "Tidak, nanti kita koordinasi saja. Kita yang koordinasikan dan supervisikan, bakal kita intensifkan, kita keroyok sama-sama korupsi ini," ucapnya.

Namun, pernyataan Zulkarnain berbeda dengan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Andhi Nirwanto. Pekan lalu, Andhi mengatakan, berdasarkan koordinasi antara KPK, Kejagung, dan Kepolisian mengenai pemetaan 10 sektor rawan korupsi, pihaknya akan berkonsentrasi mengusut dugaan kasus-kasus korupsi pada sektor Migas.

Seperti diketahui, Kejagung sedang menyidik proyek bioremediasi, yakni proyek pemulihan tanah yang tercemar akibat pertambangan migas, dalam pelaksanaan kontrak karya dengan pembagian 85:15 antara pemerintah dan swasta tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, proyek bioremediasi dilimpahkan swasta kepada negara.

Penyelidikan yang dilakukan dalam kasus PT Chevron menunjukkan proyek itu justru merugikan negara. Sebab, dengan adanya proyek tersebut negara tidak mendapat keuntungan 85 persen.(ADI/BOG)

0 komentar:

Memori Berita

. (1) 01 (2) 06 (1) 0i9 (1) 13 (1) 21 (1) 3 (1) 39 (1) al (1) al.4 (1) andri.1 (1) andri.2 (1) Asian (2) Berajil (1) Bisnis (2) BRI KUR (1) Budaya (18) Buisnis (1) Buisniss (1) E (1) Ekonomi (1) Ekonomi Buisniss (64) Ekonomi Ingris (1) G (2) Gaaya Hidup (2) Gaya Hidup (9) Gaya Hidup (18) Gender (1) Gendr (1) Global (118) Global Sekjen PBB (1) Hukum Global (1) Iau Jemaat (1) Info Global (2) Info Temen (1) Info UN PBB (1) Instruksi Presiden SBY (1) Istana (1) Isu Global kemanusiaan (7) Isu Indonesia (1) Isu Negara Haiti (1) Isu America (2) Isu asia (1) Isu Asia Rejonal Indonesia (10) Isu Buruh Indonesia (1) Isu Cina (1) Isu di Jepang (1) Isu di Kongo (1) Isu Ekonomi Indonesia (1) Isu Energi Nuklir di jepang (1) Isu Gender (1) Isu Global (30) Isu Global Kesehatan (2) Isu Indonesia (1) Isu Indonesia Korupsi (1) Isu Industri Global (2) Isu International (4) Isu Kepolisian (1) Isu Koeupsi (1) Isu Komflik (1) Isu Korea Selatan (1) Isu Korupsi (1) Isu Korupsi di Indonesia (2) Isu Mesir (1) Isu Olah Raga (1) Isu Pangan (1) Isu Pangan global (1) Isu PBB (2) Isu Pendidikan (1) Isu Police Indonesia (1) Isu Polri (1) Isu Regional Indutri Indonesia (1) Isu Religius (1) Isu Relijius (1) ISU Sidang International (1) Isu Suap (1) Isu Teroris Indonesia (1) Isu Timur Tengah (3) Isu WTS (1) Jriminal Teknik (1) Kebijakan Global (3) Kebijakan Indonsia (1) Kebijkan Indonesia (2) Kemiskinan di somalia (1) Kesehatan (2) Kesehatan dunia (1) Keshatan (2) Konfrendi PBB (1) Kriiminal International (1) Kriminal dan Hukum (1) Kriminal Global (2) misterius (1) Pariwisata (1) Partanian America (1) Parwisata (1) Pendidikan (5) politik 01 (1) Politik Budaya (4) Reejional (2) REGIONAL (1) Rejional (3) SBY-Ysup Kala (1) Senam Sehat (1) SERBA-SERBI (1) Suriah (1) Usu Rusia (1)