Pages

Pages - Menu

Pages

Gambar

Rabu, 25 April 2012

“Hampir terlupakan Industri Penerbitan lokal -di Indonesia.” (oleh Andri Luntungan)

Kran kebesan buat berdidrinya media penerbitan di Indonesia ,telah disambut baik, oleh kalangan masyarakat yang punya
http://tribunindonesia.files.wordpress.com/2009/08/kliping-media-1.jpg?w=570

minat untuk menerbitkan Media.Diberbagai daerah pun mulai nampak berdiri berbagai media,  dengan ciri dan  tampilannya. Melihat segala yang ada  dan cirinya didalam penyajian isinya ,semua bisa dikatakan masihlah wajar dan tidak terlalu keluar dari atuaran UUD Pers Maupun kode Etik. “Siapa yang tidak bangga bila mediannya klek dapat menjadi terkenal?” Di -Indonesia Media yang saat ini masih melekat dipembacabya bisa disebut “Kompas,Suara Pembaharuan, HU,Merdeka,Pos Kota, Suara Karya, Sinar Harapan, Sinar Pagi, dan Media Indonesia juga Repoblika. Dan Media yang baru tampil dan usianya terbilang muda “Sindo,?” Media bertarap National ini yang beredarnya di Indonesia,baik Kompas juga Media Indonesia dan Suara Pembagaruan,dan yang alainnya,mungkin boleh dibilang memiliki sitem managemen yang baik sehingga mereka tetap mampuh bertahan dan Exsis,tetapi bagaimana dengan “penerbitan yang berdiri ditingkat lokal?”  Dengan diperbolehkannya media menebitkan tidak perlu mengunakan SIUP?Akhirnya banyaklah media yang terbit “timbul tengelam” Pengamatan Penulis ,Ini disebabkan oleh karena para penerbit berangkat dari kalangan tidak terdidik didalam dunia bisnis Industri medi cetak. Dan akhirnya ketika dia mencoba terjun didunia itu tidak sedikit pulah yang hancur,bahkan akhirnya  tidak sedikit pulah yang bangkrut.  Sejauh ini penulis melihat Industri Media masa, yang berada di tingkat lokal hampir terbilang terbitnya jatuh bangun, oleh sebab mungkin penanangananya  kurang proposional atau oleh sebab  modal,bisa pulah karana kurangnyaba pa angkat yang mau menopang media lokal tersebut? Menuurt  data sementara  jumlah media terbitan lokal yang tersebar di indonesia  sudah mencapai enam ribu (6000) penerbitan dan  yang masih  Exsisi terbit mungkin hanya tinggal 30% saja pengamatan penulis “Seandainya Media lokal ini diperdayakan dan potensialnya di topang oleh sesuatu kekuatan dari pemiliki modal stidaknya dapat menjadi sesuatu kekuatan kemajuan didalam mencerdaskan bangsa-dankemajuan  Negara”  Namun sayang semua itu hampir terlupakan?” “Mungkin semua orang terlalu sibuk dengan BBM.Akhirnya Potensial Bangsa yang bergerak dibidang Industri Media- hampir terlupakan.?” “Pepatah mengatakan Pers adalah ujung tombak bagian dari Negara” ? Pertanyaannya apakah mungkin jika Perusahaannya hancur Pers  bisa menjadi bagian ujung tombak  Negra? jawabnya tidak. Melihat semua ini penulis mengugah kepada semua kalangan yang ada dimanapun berada, untuk dapat melihat dan menoleh kedapur Indutri penerbitan lokal.”Kesibukan yang dihadapi jangan hanya melulu BBM ?Akhirnya hampir terlupakan Industri Penerbitan? Harapan Penulis semoga DPR-RI dan Perbankan Juga mentri Koordinator  Ekonomi  mau juga membantu memikirkan kondisi  Industri Penerbitan yang “hampir terlupkan” Semoga. (oleh andri luntungan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar