Seoul, Korsel: Di sela-sela kunjungan kerja dan kunjungan kehormatannya di Seoul, Korea Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menggelar serangkaian pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara sahabat yaitu Pakistan, Norwegia, Denmark, Ukraina dan Inggris. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung pada 26 dan 27 Maret, dan digelar di Hotel Renaissance dan Bilateral Room Gedung Coex, Seoul.
Pada pertemuan bilateral dengan PM Pakistan Syed Yousaf Raza Gillani, Presiden SBY secara khusus mengundang PM Pakistan ataupun Presiden Pakistan untuk dapat berkunjung ke Indonesia. Kedua negara juga membahas kemungkinan untuk memperluas kerja sama.
"Kedua pemimpin menyambut baik telah disepakatinya Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Pakistan pada awal 2012 lalu. Dibahas juga mengenai adanya kemungkinan rencana pengkajian Free Trade Agreement, tetapi ini masih dalam tahapan dipelajari kemungkinannya. Selain itu, dibahas juga tentang kerja sama energi, tekstil, gula dan kerja sama industri dan perlunya sektor swasta kedua negara untuk bekerja sama dengan lebih baik," kata Menlu Marty Natalegawa dalam keterangan persnya di Ruby Room, Hotel Renaissance, Seoul, Rabu (28/3) siang.
Sementara itu, dalam pertemuan bilateral dengan PM Norwegia Jons Stoltenberg, kedua negara membahas kerja sama di bidang lingkungan hidup, khususnya perubahan iklim. "Antara Indonesia dan Norwegia mempunyai hubungan yang sangat khusus karena bukan saja hubungan bilateral yang semakin maju, melainkan kedua negara juga bekerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepedulian masyarakat internasional, apakah itu lingkungan hidup atau dialog antaragama," Marty menjelaskan.
Sedangkan pada pertemuan pertama kalinya dengan PM Denmark Helle Thorning-Schmidt yang baru terpilih pada Oktober 2011 lalu, Presiden mendorong pihak swasta Denmark berpartisipasi dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Denmark juga secara khusus mengundang Indonesia untuk bekerja sama dalam bidang ekonomi ramah lingkungan (green economy).
Denmark saat ini merupakan Presiden Uni Eropa, sehingga dalam pertemuan tersebut juga dibahas perkembangan di Eropa. Denmark juga mengapresiasi peran Indonesia dalam proses demokratisasi di Myanmar. "Adanya apresiasi mendalam dari Denmark yang juga mencerminkan posisi Eropa tentang peranan Indonesia dalam proses demokratisasi di Myanmar," ujar Menlu.
Di lain pihak, pada pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang digelar di sela-sela KTT Keamanan Nuklir kemarin, dibahas kerja sama di bidang industri pertahanan dan teknologi dirgantara. Sedangkan dengan Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg dibahas kerja sama di bidang perubahan iklim dan Forum Rio+20.
Pada kesempatan tersebut juga dibahas mengenai rencana kunjungan PM Inggris David Cameron ke Indonesia pada April mendatang. (yun/osa dan AL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar