Menko Polhukam Djoko Suyanto, didampingi Menlu Marty Natalegawa, memberi keterangan pers soal ledakan dekat KBRI Perancis, di Kantor Presiden, Rabu (21/3) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Menko Polhukam Djoko Suyanto, didampingi Menlu Marty Natalegawa, memberi keterangan pers soal ledakan dekat KBRI Perancis, di Kantor Presiden, Rabu (21/3) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Tadi pagi terjadi ledakan berjarak 15-20 meter dari Gedung KBRI di Paris, Perancis. Beberapa kaca jendela KBRI pecah, sebagaimana kaca-kaca bangunan di sekitarnya. Belum jelas ledakan ditujukan kepada siapa, aktivitas KBRI tetap berjalan normal.
Menko PolhukamDjoko Suyanto menyampaikan hal ini dalam keterangan pers, usai rapat kabinet bidang ekonomi, di Kantor Presiden, Rabu (21/3) sore. Menlu Marty Natalegawa mendampingi dalam keterangan pers ini.
"Pukul 05.20 terjadi ledakan di dekat Kedutaan Besar RI di Paris. Kedutaan kita persis di pinggir jalan, dan umumnya gedung-gedung di Paris memang berada di pinggir jalan tanpa halaman. Ledakan berjarak 10-15 meter dari jalan," kata Djoko Suyanto.
Akibat ledakan tersebut beberapa kaca jendela KBRI pecah, sebagaimana juga kaca jendela di sekitar kedutaan. "Belum dipastikan ledakan itu dilakukan oleh siapa dan kepada siapa. Saat ini kegiatan di kedutaan berjalan normal, meski ada jendela dan kaca yang pecah," Djoko menjelaskan.
"Pihak kedutaan bekerja sama dengan kepolisian Perancis untuk mengetahui proses kejadiannya. Di sana ada cctv (close circuit television; Red) yang bisa dilihat prosesnya. Sementara itu yang bisa saya sampaikan," Djoko mengakhiri keterangannya. (arc)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar